MUKMIN ITU SELALU YAKIN, SETELAH KESULITAN AKAN ADA KEMUDAHAN DARI ALLAH

🎙Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً ﴿٥﴾

Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, Q.S. Asy-Syarh: 5.

"Perkataan ini adalah kabar dari Allah Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi.

Berita dari-Nya Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi adalah sesempurna dan sebenar-benar pengabaran.

☝🏻Dan janji-Nya tidak akan luput(pasti terjadi).

🤲🏻Maka, setiap kali suatu perkara menyulitkanmu maka tunggulah kemudahan.

Adapun dalam permasalahan-permasalahan syar’i maka itu terlihat jelas.

▪Di dalam shalat, shalatlah dengan berdiri, jika tidak mampu maka duduk, jika tidak mampu maka berbaring. Ini kemudahan.

Jika sulit berdiri, duduklah! Jika duduk sulit atasmu maka shalatlah dalam keadaan kamu berbaring!

▪Dan ketika berpuasa, jika kamu mampu dan tidak dalam safar maka puasalah! Jika tidak mampu, berbukalah!

Jika kamu sedang safar(bepergian), berbukalah!

▪Dalam ibadah haji, jika kamu mampu melakukan perjalanan kepadanya maka berhajilah! Jika tidak mampu, maka tidak ada kewajiban haji atasmu.

Bahkan, jika kamu telah berangkat haji namun tertahan dan tidak mungkin menyempurnakannya maka tahalul dan menyembelihlah! Dan batalkan haji!
Karena Allah Ta’ala berfirman:

وَأَتِمُّواْ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّهِ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ﴿١٩٦﴾

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat. Q.S. Al-Baqarah : 196.

✍🏻Dengan demikian, seluruh kesulitan yang didapati seseorang dalam beribadah, dia akan mendapati pemudahan dan kemudahan.

Seperti itu juga, dalam qadha’ dan qadar, yaitu ketentuan Allah atas seseorang dari berbagai musibah, kesulitan hidup, kesempitan dada dan yang lainnya, janganlah berputus asa karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

🌻Dan pemudahan urusan terkadang tampak secara lahiriah (kasat mata), misal: seseorang dalam keadaan fakir, maka urusan-urusannya menyempitkannya. Lalu, Allah memudahkan baginya dengan kecukupan.

Misal yang lain: seseorang sakit, kecapekan, yang sakit itu sangat memberatkannya. Kemudian Allah sembuhkan ia darinya. Ini pemudahan yang tampak kasat mata.

🌻Disana ada pula pemudahan yang sifatnya maknawi, yaitu pertolongan Allah untuk seseorang bersabar. Ini pemudahan.

Maka, jika Allah telah menolongmu untuk bersabar, pasti segala kesulitan akan mudah bagimu. Dan permasalahan yang sulit ini, yang seandainya turun ke atas gunung pasti merobohkannya, namun hal itu dengan pertolongan Allah atasmu untuk mampu bersabar maka kesulitan itu menjadi sesuatu yang mudah.

✍🏻 Dan kemudahan itu bukanlah maknanya semata dengan suatu kesulitan itu bisa terselesaikan secara tuntas.

▪Kemudahan itu bisa dengan keluar dan hilangnya kesulitan tersebut. Ini kemudahan yang kasat mata.

▪Dan bisa dengan Allah menolong seseorang untuk bersabar, sehingga permasalahan yang sangat sulit menjadi sesuatu yang mudah atasnya(walaupun ia belum keluar darinya, pent.).

☝🏻Kita katakan demikian ini sebab kita meyakini kebenaran janji Allah(pasti terjadi).”

Tafsir Juz ‘Amma, Al-Utsaimin, hal. 218.

Alih bahasa: al Ustadz Abu Yahya al Maidany