AWAL MULA TERJADI KESYIRIKAN DIMUKA BUMI

▪️ ••┈┈✺ ﷽ ✺┈┈•• ▪️

πŸƒπŸŒΊπŸƒ AWAL MULA TERJADINYA KESYIRIKAN DIMUKA BUMI

Ketika Adam wafat, anak-anaknya selama sepuluh abad masih mengikuti agama ayah mereka yaitu Islam, kemudian setelah itu mereka kafir. Sebab kekafiran mereka adalah sikap berlebihan dalam mencintai orang-orang shalih, sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya:

"Mereka berkata, 'jangan sekali-kali kalian meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kalian dan jangan pula sekali-kali kalian meninggalkan (penyembahan) Wad, dan jangan pula Suwa, Yaghuts, Ya'uq dan Nasr'." (QS. Nuh : 23) 

Kelimanya adalah nama orang-orang shalih, yang dulunya biasa mengajak kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, mereka meninggal di bulan yang sama, teman-teman mereka khawatir akan menurunnya qualitas agama pada orang-orang sepeninggal mereka (berlima), maka teman-teman mereka membuat gambar mereka masing-masing di majlisnya, sebagai pengingat akan ucapan dan amalan mereka, ketika orang-orang melihat gambar mereka. 

(Pada awalnya) Orang-orang tidak menyembah mereka, 

kemudian datanglah generasi berikutnya, generasi baru ini lebih menghormati kelimanya dibandingkan generasi sebelumnya, dan tidak menyembah mereka, 

Kemudian zaman terus berlalu dan ulama pun tak tersisa lagi, semua meninggal dunia, disaat bumi kosong dari ulama inilah, kemudian setan membisikan dihati orang-orang bodoh itu, bahwasannya nenek moyang mereka tidaklah membuat gambar orang-orang shalih itu melainkan agar mereka meminta orang-orang shalih tersebut memberikan syafaat kepada Allah, lalu merekapun menyembah kelimanya. 

Maka tatkala mereka melakukan hal tersebut (kesyirikan), saat itulah Allah mengutus Nuh 'alahissalam kepada mereka untuk mengembalikan kepada agama Adam dan keturunannya yang telah berlalu sebelum terjadinya pergantian (keyakinan dalam ibadah). 

Lalu terjadilah sebagaimana apa yang dikisahkan oleh Allah dalam kitab-Nya, kemudian Nuh 'alaihissalam dan orang-orang yang selamat dengan menaiki kapalnya memakmurkan bumi, Allah memberkati mereka, mereka tersebar di berbagai belahan bumi menjadi beragam umat, mereka berada diatas ajaran Islam selama masa yang kita tidak tahu berapa persisnya. 

πŸ“– Sumber : Mukhtasar Siratir Rasul, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahullah-, hal 10-11, cet manaratul islam.

•┈┈┈❁┈•✿❁πŸ“š❁✿•┈❁┈┈┈•

πŸ–₯ Kunjungi website :
www.salafyboyolali.com
πŸ“± Join telegram :
• t.me/salafyboyolali1443 
• t.me/galeriposterboyolali
Posting Komentar