🌴🍃🌾 JAUHI PERILAKU SETAN
Dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, 

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأكُلْ بِيَمِيْنِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِيْنِهِ فَإِنَّ الشََّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ 

"Apabila salah satu kalian makan, hendaklah makan dengan tangan kanannya. Apabila minum, hendaklah minum dengan tangan kanannya. Karena, sungguh setan makan dan minum dengan tangan kirinya." [HR. Muslim, no. 2020]

Setan adalah musuh orang-orang yang beriman. Setan senantiasa berusaha menggelincirkan manusia dari jalan yang lurus. Langkah-langkah untuk menyesatkan hamba Allah dirancang penuh tipu daya. 

Karenanya, waspadalah dari setiap langkah yang dilakukan setan. Termasuk, apa yang telah diberitakan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, bahwa setan makan dan minum dengan tangan kirinya. Maka, hindari makan dan minum dengan tangan kiri. 

Seorang muslim hendaklah membiasakan diri berperilaku sebagaimana dituntunkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Bukan berperilaku mengikuti tuntunan setan yang telah dikutuk Allah Ta'ala. Tidak sepatutnya seorang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, berperilaku meniru musuh Allah dan Rasul-Nya. 

Semoga Allah Ta'ala senantiasa memberi taufiq dan menjaga kita dari tipu daya setan terkutuk.

Penulis al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin 
🌴🌾🍃🌴🌾🍃🌴🌾🍃🌾

JAUHI PERILAKU SETAN

🌾🍃🌴 MEMOHON ILMU YANG BERMANFAAT
Dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan, 

سَلُوا اللهَ عِلْمًا نَافِعًا ، وَ تَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ

"Hendaklah kalian (berdoa) memohon kepada Allah ilmu yang bermanfaat dan berlindung kepada Allah dari ilmu yang tidak bermanfaat."

HR. Ibnu Majah, no. 3843
Lihat Shahihu Al-Jami', no. 3635

Bimbingan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada umatnya untuk senantiasa giat menuntut ilmu. Beliau menuntun pula agar ilmu yang diperoleh merupakan ilmu yang bermanfaat. 

Petunjuk Nabi shallallahu alaihi wa sallam di atas meliputi:

1. Perintah memohon kepada Allah Subhanahu agar dikaruniai ilmu yang bermanfaat.
 
2. Memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu dari ilmu yang tiada bermanfaat.

Karenanya, berdoa agar memperoleh ilmu yang bermanfaat merupakan perkara yang penting. Begitu pula memohon perlindungan kepada Allah dari ilmu yang tidak bermanfaat merupakan perkara yang tiada boleh dilupakan. 

Ya Allah, mudahkanlah kami memperoleh ilmu yang bermanfaat. 

Penulis al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin hafidzohulloh 

🌾🌴🍃🌾🌴🍃🌾🌴🍃🌾🌴

MEMOHON ILMU YANG BERMANFAAT

🌴🍃🌾 JAUHI PERILAKU SETAN
Dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, 

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأكُلْ بِيَمِيْنِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِيْنِهِ فَإِنَّ الشََّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ 

"Apabila salah satu kalian makan, hendaklah makan dengan tangan kanannya. Apabila minum, hendaklah minum dengan tangan kanannya. Karena, sungguh setan makan dan minum dengan tangan kirinya." [HR. Muslim, no. 2020]

Setan adalah musuh orang-orang yang beriman. Setan senantiasa berusaha menggelincirkan manusia dari jalan yang lurus. Langkah-langkah untuk menyesatkan hamba Allah dirancang penuh tipu daya. 

Karenanya, waspadalah dari setiap langkah yang dilakukan setan. Termasuk, apa yang telah diberitakan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, bahwa setan makan dan minum dengan tangan kirinya. Maka, hindari makan dan minum dengan tangan kiri. 

Seorang muslim hendaklah membiasakan diri berperilaku sebagaimana dituntunkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Bukan berperilaku mengikuti tuntunan setan yang telah dikutuk Allah Ta'ala. Tidak sepatutnya seorang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, berperilaku meniru musuh Allah dan Rasul-Nya. 

Semoga Allah Ta'ala senantiasa memberi taufiq dan menjaga kita dari tipu daya setan terkutuk.

Penulis al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin 
🌴🌾🍃🌴🌾🍃🌴🌾🍃🌾

JAUHI PERILAKU SETAN

🌴🍃🌾 MUAMALAH PENUH RAHMAH
Renungkan firman Allah Subhanahu di bawah ini, 

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." [Surah Al-Baqarah: 280]

Renungkan pula hadits dari sahabat mulia Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا أَوْ وَضَعَ عَنْهُ أَظَلَّهُ اللهُ يَوْمَ القِيَامَةِ تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إلَّا ظِلُّهُ 

“Barangsiapa memberi tenggang waktu bagi orang yang berada dalam kesulitan (untuk melunasi hutang) atau justru membebaskan utangnya, maka Allah akan memberi naungan kepadanya pada hari Kiamat, di bawah naungan Arsy-Nya, tatkala tidak ada naungan kecuali naungan Allah.” [HR. At-Tirmidzi, no. 1306]

Islam membangun muamalah dengan penuh rahmah (kasih sayang). Seseorang yang berutang, bisa jadi tengah menghadapi kesulitan. Karenanya, syariat yang mulia membimbing untuk memberi pertolongan bila memiliki kemampuan. 

Pun, bila tiba jatuh tempo hutang harus dilunasi, maka tagihlah dengan cara yang bijak, santun dan penuh rahmah. Bila orang yang berhutang masih dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu (tempo) hingga ia benar-benar lapang dan mampu untuk melunasi hutangnya. Atau, bahkan membebaskan sebagian atau seluruh hutangnya sebagai wujud sedekah. Itulah bimbingan Islam. 

Berbeda dengan konsep di luar Islam atau yang dilaksanakan oleh orang-orang jahiliah saat belum tersentuh kemilau cahaya Islam. Bila seseorang yang berhutang tidak memiliki kemampuan untuk membayar, justru bagi yang memiliki hutang semakin dibebani dengan keharusan membayar bunga. Melunasi hutang atau dibebani dengan tambahan bersifat ribawi. Kesulitan ditambah dengan kesulitan. 

Islam rahmatan lil 'alamin. Islam mengajarkan muamalah penuh rahmah. Bukan muamalah, malah makin membuat susah. Allahu a'lam. 

Semoga Allah Ta'ala senantiasa memberi hidayatu-taufiq dan keberkahan hidup kepada kita. 

Penulis al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin hafidzohulloh 
🌴🍃🌾🌴🍃🌾🌴🍃🌾🍃

MUAMALAH PENUH RAHMAH

🌴🌾🍃 MENGINGAT DUA NIKMAT
Dari Abdullah ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia mengatakan, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, 

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Dua nikmat, yang banyak manusia tertipu (lalai) pada keduanya: kesehatan dan waktu luang'.” [HR. Bukhari, no: 5933]

Kata maghbuunun secara harfiah bisa diartikan tertipu atau lalai. 

Banyak manusia yang tertipu (lalai) dalam memanfaatkan kesehatan dan waktu luang yang ada padanya. 

Semestinya kedua nikmat tersebut digunakan untuk sesuatu yang membawa manfaat bagi dirinya. Manfaat untuk dunia dan akhiratnya.

Ya, Allah bantulah diriku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan memperbagus ibadahku kepada diri-Mu.

Penulis al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin hafidzohulloh 
🌾🌴🍃🌾🌴🍃🌴🍃🌾🌴

MENGINGAT DUA NIKMAT

🌴🌾🍃 SHALAT PALING UTAMA
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

أفضلُ الصَّلَوَاتِ عِنْدَ اللهِ صَلَاةُ الصُّبْحِ يَوْمَ الجُمْعَةِ فِي جَمَاعَةٍ

"Shalat yang paling utama di sisi Allah adalah shalat subuh hari Jumat secara berjamaah." [HR. Al-Baihaqi]
Lihat Shahihu Al-Jaami', no. 1119

Semua shalat fardhu yang ditunaikan secara berjamaah tentu membawa keutamaan masing-masing.

Namun, ada yang paling urama dari seluruh shalat fardhu, yaitu shalat subuh yang dilakukan secara berjamaah pada hari Jumat.

Semoga kita termasuk hamba-Nya yang senantiasa memelihara shalat fardhu berjamaah.

Penulis al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin hafidzohulloh 
🌴🌾🍃🌴🌾🍃🌴🌾🍃🌾🌴

SHALAT PALING UTAMA

🌴💧🌾 KEUTAMAAN SURAH AL-BAQARAH
Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, 

لَا تَجْعَلُوا بُيُوْتَكُمْ مَقَابِرَ، إنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ البَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ البَقَرَةِ.

"Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surah Albaqarah." [HR. Muslim, no. 780]

Diantara bentuk penjagaan rumah dari beragam keburukan, yaitu membentengi rumah dari aksi setan terkutuk. 

Membaca Alquran, terkhusus surah Albaqarah merupakan satu dari sekian banyak cara yang dituntunkan dalam Islam. Karenanya, hiasilah rumah dengan beragam amal kebajikan, seperti membaca Alquran dan menunaikan shalat-shalat sunnah. 

Jangan jadikan rumah-rumah kita seperti kuburan yang sunyi dari beragam ibadah, sunyi dari beragam amal saleh. 

Ya, Allah curahkanlah ketenangan dan kasih sayang kepada kami dan seisi rumah kami. Jagalah kami dan seisi rumah kami dari tipu daya setan yang terkutuk. 

Penulis al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin hafidzohulloh 
🍃💧🍃💧🍃💧🍃💧🍃

KEUTAMAAN SURAH AL-BAQARAH