🌴🌾🍃 AKIBAT ITU KEMBALI KEPADA DIRI SENDIRI
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖۙ وَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَاۗ وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِ

"Siapa yang mengerjakan kebajikan, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan siapa yang berbuat kejelekan (jahat), maka (akibatnya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Rabb-mu sekali-kali tidaklah menzalimi hamba-hamba-(Nya)." [Surah Fushshilat: 46]

Barangsiapa menunaikan amal ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala di dunia ini, mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya dan mencegah perbuatan yang dilarang-Nya, maka (buah) dari amal saleh itu untuk dirinya sendiri. Ia akan mendapat balasan sebagaimana dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta'ala, yaitu surga dan diselamatkan dari siksa neraka. (Lihat, Tafsir Ath-Thabari)

Allah Subhanahu wa Ta'ala sekali-kali tidaklah menzalimi hamba-hamba-Nya. Allah Subhanahu tidak akan menghukum seorang hamba pun kecuali hamba itu melakukan perbuatan dosa. Tidak pula menyiksa seorang hamba, kecuali setelah hujjah ditegakkan terhadap hamba tersebut dan diutus seorang rasul kepadanya. (Lihat, Tafsir Ibnu Katsir).

Ya, Allah, ya Rabb, kami memohon kepada-Mu kebaikan di dunia dan akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.

✍️ al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin حفظه الله
🌴🌾🍃🌴🌾🍃🌴🌾🍃🌴🌾

AKIBAT ITU KEMBALI KEPADA DIRI SENDIRI

🌴🌾🍃 AKIBAT ITU KEMBALI KEPADA DIRI SENDIRI
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖۙ وَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَاۗ وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِ

"Siapa yang mengerjakan kebajikan, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan siapa yang berbuat kejelekan (jahat), maka (akibatnya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Rabb-mu sekali-kali tidaklah menzalimi hamba-hamba-(Nya)." [Surah Fushshilat: 46]

Barangsiapa menunaikan amal ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala di dunia ini, mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya dan mencegah perbuatan yang dilarang-Nya, maka (buah) dari amal saleh itu untuk dirinya sendiri. Ia akan mendapat balasan sebagaimana dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta'ala, yaitu surga dan diselamatkan dari siksa neraka. (Lihat, Tafsir Ath-Thabari)

Allah Subhanahu wa Ta'ala sekali-kali tidaklah menzalimi hamba-hamba-Nya. Allah Subhanahu tidak akan menghukum seorang hamba pun kecuali hamba itu melakukan perbuatan dosa. Tidak pula menyiksa seorang hamba, kecuali setelah hujjah ditegakkan terhadap hamba tersebut dan diutus seorang rasul kepadanya. (Lihat, Tafsir Ibnu Katsir).

Ya, Allah, ya Rabb, kami memohon kepada-Mu kebaikan di dunia dan akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.

✍️ al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin حفظه الله
🌴🌾🍃🌴🌾🍃🌴🌾🍃🌴🌾

Tidak ada komentar