🌾🍃🌴 ASING; TIADA DIKENALI
Dari sahabat mulia Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

بَدَأَ الإسْلَامُ غَرِيْبًا، وَسَيَعُوْدُ كَمَا بَدَأَ غَرِيْبًا، فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ.

"Islam itu awalnya dikenal sebagai sesuatu yang asing, dan akan kembali menjadi sesuatu yang asing sebagaimana awal kemunculannya. Maka, beruntunglah orang-orang dalam keterasingan (melakukan perbaikan)." [HR. Muslim, no.145]

Awal kemunculan Islam dianggap sesuatu yang asing, aneh. Ajaran-ajarannya dianggap sebagai sesuatu yang tidak populis. Tak dikenali.

Orang yang mengamalkan nilai-nilai Islam dianggap gharib, asing, tak sesuai keumuman. Keadaan itu akan berulang. Islam akan kembali dikenali sebagai sesuatu yang aneh sebagaimana awal kemunculannya.

Saat situasi demikian, maka beruntunglah al-ghuraba', yaitu orang-orang yang melakukan perbaikan di tengah kerusakan manusia. Melakukan upaya menghidupkan ajaran-ajaran (sunnah) Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di tengah kehidupan manusia yang menjauhi nilai-nilai Islam.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menolong hamba-hamba-Nya yang senantiasa berupaya menghidupkan segenap apa yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

✍️ al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin حفظه الله
🌾🍃🌴🌾🍃🌴🌾🍃🌴🌾🍃

ASING; TIADA DIKENALI

🌾🍃🌴 ASING; TIADA DIKENALI
Dari sahabat mulia Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

بَدَأَ الإسْلَامُ غَرِيْبًا، وَسَيَعُوْدُ كَمَا بَدَأَ غَرِيْبًا، فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ.

"Islam itu awalnya dikenal sebagai sesuatu yang asing, dan akan kembali menjadi sesuatu yang asing sebagaimana awal kemunculannya. Maka, beruntunglah orang-orang dalam keterasingan (melakukan perbaikan)." [HR. Muslim, no.145]

Awal kemunculan Islam dianggap sesuatu yang asing, aneh. Ajaran-ajarannya dianggap sebagai sesuatu yang tidak populis. Tak dikenali.

Orang yang mengamalkan nilai-nilai Islam dianggap gharib, asing, tak sesuai keumuman. Keadaan itu akan berulang. Islam akan kembali dikenali sebagai sesuatu yang aneh sebagaimana awal kemunculannya.

Saat situasi demikian, maka beruntunglah al-ghuraba', yaitu orang-orang yang melakukan perbaikan di tengah kerusakan manusia. Melakukan upaya menghidupkan ajaran-ajaran (sunnah) Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di tengah kehidupan manusia yang menjauhi nilai-nilai Islam.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menolong hamba-hamba-Nya yang senantiasa berupaya menghidupkan segenap apa yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

✍️ al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin حفظه الله
🌾🍃🌴🌾🍃🌴🌾🍃🌴🌾🍃

Tidak ada komentar