🌴🌾🍃 SETELAH 120 TAHUN BERMUSUHAN

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." [Surah Ali Imran: 103]

Ayat di atas terkait dua suku yang saling bertikai, bermusuhan dan berperang. Suku Aus dan Khazraj selama 120 tahun menegang urat untuk selalu berperang dan saling membunuh. Itu terjadi kala mereka masih jahiliyah. Cahaya Islam belum menyinari relung hati mereka.

Ketika Islam sampai kepada mereka. Perseteruan yang begitu berurat berakar dari generasi ke generasi di kalangan Qabilah Aus dan Qabilah Khazraj itu pun luruh dan sirna. Tiada lagi baku tikai di antara mereka. (Lihat Tafsir Ath-Thabari)

Islam mempersatukan mereka. Islam mempertautkan hati mereka. Islam mengeratkan hubungan yang selama ini buyar. Jadilah mereka saling bersaudara. Dengan nikmat Islam mereka merajut persaudaraan. Itulah ukhuwah Islamiyah senyatanya.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala terus menyatukan hati orang-orang beriman di atas al-haq, dan menghinakan, menghancurkan orang-orang yang busuk hatinya yang hendak menceraiberaikan kekuatan hamba-hamba-Nya yang beriman.

✍️ al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin حفظه للله
🌴🌾🍃🌴🌾🍃🌴🌾🍃🌴🌾

SETELAH 120 TAHUN BERMUSUHAN

🌴🌾🍃 SETELAH 120 TAHUN BERMUSUHAN

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." [Surah Ali Imran: 103]

Ayat di atas terkait dua suku yang saling bertikai, bermusuhan dan berperang. Suku Aus dan Khazraj selama 120 tahun menegang urat untuk selalu berperang dan saling membunuh. Itu terjadi kala mereka masih jahiliyah. Cahaya Islam belum menyinari relung hati mereka.

Ketika Islam sampai kepada mereka. Perseteruan yang begitu berurat berakar dari generasi ke generasi di kalangan Qabilah Aus dan Qabilah Khazraj itu pun luruh dan sirna. Tiada lagi baku tikai di antara mereka. (Lihat Tafsir Ath-Thabari)

Islam mempersatukan mereka. Islam mempertautkan hati mereka. Islam mengeratkan hubungan yang selama ini buyar. Jadilah mereka saling bersaudara. Dengan nikmat Islam mereka merajut persaudaraan. Itulah ukhuwah Islamiyah senyatanya.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala terus menyatukan hati orang-orang beriman di atas al-haq, dan menghinakan, menghancurkan orang-orang yang busuk hatinya yang hendak menceraiberaikan kekuatan hamba-hamba-Nya yang beriman.

✍️ al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin حفظه للله
🌴🌾🍃🌴🌾🍃🌴🌾🍃🌴🌾

Tidak ada komentar