🍃🌾🌴 TAK HARUS SEDIH BERLEBIH
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيرٌ 

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ 

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan tidak pula (menimpa) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) agar kamu tidak berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan agar kamu tidak terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." [Surah Al-Hadid: 22-23]

Setelah berikhtiar, berupaya dengan segenap kemampuan yang ada, doa pun dipanjatkan, maka selebihnya diserahkan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Musibah bisa menimpa siapa pun, dan itu merupakan ketetapan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Semuanya merupakan ujian. Bagi yang tiada mendapat apa yang dicitakan, hendaklah tidak lantas larut dalam kepiluan. Sedih berlebih. Bagi yang meraih sesuatu yang diinginkan, hendaklah tidak lantas senang riang bangga diri. Bersikap sombong lupa diri.

Semua ada hikmah yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.

Ya, Allah, ya Rabb, bimbinglah kami ke jalan yang Engkau ridhai, jalan yang ditempuh para nabi dan rasul-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Penyayang.

✍️ al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin حفظه الله
🍃🌾🌴🍃🌾🌴🍃🌾🌴🍃🌾

TAK HARUS SEDIH BERLEBIH

🍃🌾🌴 TAK HARUS SEDIH BERLEBIH
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيرٌ 

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ 

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan tidak pula (menimpa) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) agar kamu tidak berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan agar kamu tidak terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." [Surah Al-Hadid: 22-23]

Setelah berikhtiar, berupaya dengan segenap kemampuan yang ada, doa pun dipanjatkan, maka selebihnya diserahkan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Musibah bisa menimpa siapa pun, dan itu merupakan ketetapan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Semuanya merupakan ujian. Bagi yang tiada mendapat apa yang dicitakan, hendaklah tidak lantas larut dalam kepiluan. Sedih berlebih. Bagi yang meraih sesuatu yang diinginkan, hendaklah tidak lantas senang riang bangga diri. Bersikap sombong lupa diri.

Semua ada hikmah yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.

Ya, Allah, ya Rabb, bimbinglah kami ke jalan yang Engkau ridhai, jalan yang ditempuh para nabi dan rasul-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Penyayang.

✍️ al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin حفظه الله
🍃🌾🌴🍃🌾🌴🍃🌾🌴🍃🌾

Tidak ada komentar