🌴🌾🍃  UPAYA MENGUASAI DIRI
Dari sahabat mulia Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda, 

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

“Orang yang senyatanya tangguh bukanlah yang pandai bergulat (menaklukan lawan). Sungguh, orang yang senyatanya tangguh adalah yang mampu menguasai dirinya ketika marah.” [HR. Bukhari, no. 6114 dan Muslim, no. 2609]

Kekuatan seseorang tak semata dilihat dari keadaan fisik. Tubuh kekar, perkasa, mampu menaklukan lawan tanding. Kekuatan senyatanya dilihat dari sejauh mana tingkat pengendalian diri saat marah memuncak.

Setiap manusia memiliki potensi untuk meluapkan kemarahannya. Terlebih bila pencetus kemarahannya ada pada obyek yang secara posisi cenderung lemah. Tak mengherankan bila beberapa kasus kekerasan fisik dilakukan seseorang yang memiliki superioritas. Misal, pimpinan terhadap bawahan, suami terhadap istri, orang tua terhadap anak dan lainnya. 

Seseorang yang tangguh adalah yang mampu menguasai diri saat marah. Mampu mengekang dan mengendalikan diri saat angkara murka bergejolak di dada. Maka, saat kontrol diri berfungsi baik, maka emosi pun bisa diredam. Kemudian secara perlahan, seiring amarah mereda, akal sehat pun mulai berfungsi. Itulah orang yang senyatanya tangguh dan kuat. 
Allahu a'lam. 

Ya, Allah, kami memohon penjagaan-Mu dari segala bentuk kejelekan dan tindak tak terpuji. Hiasilah kami dengan akhlak mulia, akhlak para nabi dan rasul-Mu. 

✍️ al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin حفظه الله
🌴🍃🌾🌴🍃🌾🌴🍃🌾🌴🍃

UPAYA MENGUASAI DIRI

🌴🌾🍃  UPAYA MENGUASAI DIRI
Dari sahabat mulia Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda, 

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

“Orang yang senyatanya tangguh bukanlah yang pandai bergulat (menaklukan lawan). Sungguh, orang yang senyatanya tangguh adalah yang mampu menguasai dirinya ketika marah.” [HR. Bukhari, no. 6114 dan Muslim, no. 2609]

Kekuatan seseorang tak semata dilihat dari keadaan fisik. Tubuh kekar, perkasa, mampu menaklukan lawan tanding. Kekuatan senyatanya dilihat dari sejauh mana tingkat pengendalian diri saat marah memuncak.

Setiap manusia memiliki potensi untuk meluapkan kemarahannya. Terlebih bila pencetus kemarahannya ada pada obyek yang secara posisi cenderung lemah. Tak mengherankan bila beberapa kasus kekerasan fisik dilakukan seseorang yang memiliki superioritas. Misal, pimpinan terhadap bawahan, suami terhadap istri, orang tua terhadap anak dan lainnya. 

Seseorang yang tangguh adalah yang mampu menguasai diri saat marah. Mampu mengekang dan mengendalikan diri saat angkara murka bergejolak di dada. Maka, saat kontrol diri berfungsi baik, maka emosi pun bisa diredam. Kemudian secara perlahan, seiring amarah mereda, akal sehat pun mulai berfungsi. Itulah orang yang senyatanya tangguh dan kuat. 
Allahu a'lam. 

Ya, Allah, kami memohon penjagaan-Mu dari segala bentuk kejelekan dan tindak tak terpuji. Hiasilah kami dengan akhlak mulia, akhlak para nabi dan rasul-Mu. 

✍️ al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin حفظه الله
🌴🍃🌾🌴🍃🌾🌴🍃🌾🌴🍃

Tidak ada komentar