🌾🍃🌴 LANJUT PUASA WALAU MASIH JUNUB SAAT SUBUH
Dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha, ia mengungkapkan,

أنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُدْرِكُهُ الفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أهْلِهِ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ، ويَصُومُ.

"Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masih dalam keadaan junub saat tiba waktu subuh lantaran berhubungan dengan istrinya. Kemudian beliau mandi dan berpuasa." [HR. Al-Bukhari, no.1925]

Seseorang yang masih dalam keadaan junub ketika masuk waktu subuh, maka puasanya tetap sah. Lanjutkan berpuasa berdasar keterangan hadits di atas.

Hendaklah ia segera mandi besar (mensucikan diri) sehingga bisa menunaikan shalat fardhu subuh secara berjamaah di masjid. 

Hadits di atas mengungkap bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mendapati waktu subuh sementara beliau masih dalam keadaan junub. Beliau pun mandi dan tetap berpuasa.

Semoga Allah Ta'ala memberi kemudahan kepada kita dalam menunaikan ketaatan kepada Allah Subhanahu.

Penulis al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin حفظه الله
🍃🌴🌾🍃🌴🌾🍃🌴🌾🍃🌴

LANJUT PUASA WALAU MASIH JUNUB SAAT SUBUH

🌾🍃🌴 LANJUT PUASA WALAU MASIH JUNUB SAAT SUBUH
Dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha, ia mengungkapkan,

أنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُدْرِكُهُ الفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أهْلِهِ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ، ويَصُومُ.

"Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masih dalam keadaan junub saat tiba waktu subuh lantaran berhubungan dengan istrinya. Kemudian beliau mandi dan berpuasa." [HR. Al-Bukhari, no.1925]

Seseorang yang masih dalam keadaan junub ketika masuk waktu subuh, maka puasanya tetap sah. Lanjutkan berpuasa berdasar keterangan hadits di atas.

Hendaklah ia segera mandi besar (mensucikan diri) sehingga bisa menunaikan shalat fardhu subuh secara berjamaah di masjid. 

Hadits di atas mengungkap bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mendapati waktu subuh sementara beliau masih dalam keadaan junub. Beliau pun mandi dan tetap berpuasa.

Semoga Allah Ta'ala memberi kemudahan kepada kita dalam menunaikan ketaatan kepada Allah Subhanahu.

Penulis al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin حفظه الله
🍃🌴🌾🍃🌴🌾🍃🌴🌾🍃🌴

Tidak ada komentar