🌴🍃🌾 MUAMALAH PENUH RAHMAH
Renungkan firman Allah Subhanahu di bawah ini, 

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." [Surah Al-Baqarah: 280]

Renungkan pula hadits dari sahabat mulia Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا أَوْ وَضَعَ عَنْهُ أَظَلَّهُ اللهُ يَوْمَ القِيَامَةِ تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إلَّا ظِلُّهُ 

“Barangsiapa memberi tenggang waktu bagi orang yang berada dalam kesulitan (untuk melunasi hutang) atau justru membebaskan utangnya, maka Allah akan memberi naungan kepadanya pada hari Kiamat, di bawah naungan Arsy-Nya, tatkala tidak ada naungan kecuali naungan Allah.” [HR. At-Tirmidzi, no. 1306]

Islam membangun muamalah dengan penuh rahmah (kasih sayang). Seseorang yang berutang, bisa jadi tengah menghadapi kesulitan. Karenanya, syariat yang mulia membimbing untuk memberi pertolongan bila memiliki kemampuan. 

Pun, bila tiba jatuh tempo hutang harus dilunasi, maka tagihlah dengan cara yang bijak, santun dan penuh rahmah. Bila orang yang berhutang masih dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu (tempo) hingga ia benar-benar lapang dan mampu untuk melunasi hutangnya. Atau, bahkan membebaskan sebagian atau seluruh hutangnya sebagai wujud sedekah. Itulah bimbingan Islam. 

Berbeda dengan konsep di luar Islam atau yang dilaksanakan oleh orang-orang jahiliah saat belum tersentuh kemilau cahaya Islam. Bila seseorang yang berhutang tidak memiliki kemampuan untuk membayar, justru bagi yang memiliki hutang semakin dibebani dengan keharusan membayar bunga. Melunasi hutang atau dibebani dengan tambahan bersifat ribawi. Kesulitan ditambah dengan kesulitan. 

Islam rahmatan lil 'alamin. Islam mengajarkan muamalah penuh rahmah. Bukan muamalah, malah makin membuat susah. Allahu a'lam. 

Semoga Allah Ta'ala senantiasa memberi hidayatu-taufiq dan keberkahan hidup kepada kita. 

Penulis al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin hafidzohulloh 
🌴🍃🌾🌴🍃🌾🌴🍃🌾🍃

MUAMALAH PENUH RAHMAH

🌴🍃🌾 MUAMALAH PENUH RAHMAH
Renungkan firman Allah Subhanahu di bawah ini, 

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." [Surah Al-Baqarah: 280]

Renungkan pula hadits dari sahabat mulia Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا أَوْ وَضَعَ عَنْهُ أَظَلَّهُ اللهُ يَوْمَ القِيَامَةِ تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إلَّا ظِلُّهُ 

“Barangsiapa memberi tenggang waktu bagi orang yang berada dalam kesulitan (untuk melunasi hutang) atau justru membebaskan utangnya, maka Allah akan memberi naungan kepadanya pada hari Kiamat, di bawah naungan Arsy-Nya, tatkala tidak ada naungan kecuali naungan Allah.” [HR. At-Tirmidzi, no. 1306]

Islam membangun muamalah dengan penuh rahmah (kasih sayang). Seseorang yang berutang, bisa jadi tengah menghadapi kesulitan. Karenanya, syariat yang mulia membimbing untuk memberi pertolongan bila memiliki kemampuan. 

Pun, bila tiba jatuh tempo hutang harus dilunasi, maka tagihlah dengan cara yang bijak, santun dan penuh rahmah. Bila orang yang berhutang masih dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu (tempo) hingga ia benar-benar lapang dan mampu untuk melunasi hutangnya. Atau, bahkan membebaskan sebagian atau seluruh hutangnya sebagai wujud sedekah. Itulah bimbingan Islam. 

Berbeda dengan konsep di luar Islam atau yang dilaksanakan oleh orang-orang jahiliah saat belum tersentuh kemilau cahaya Islam. Bila seseorang yang berhutang tidak memiliki kemampuan untuk membayar, justru bagi yang memiliki hutang semakin dibebani dengan keharusan membayar bunga. Melunasi hutang atau dibebani dengan tambahan bersifat ribawi. Kesulitan ditambah dengan kesulitan. 

Islam rahmatan lil 'alamin. Islam mengajarkan muamalah penuh rahmah. Bukan muamalah, malah makin membuat susah. Allahu a'lam. 

Semoga Allah Ta'ala senantiasa memberi hidayatu-taufiq dan keberkahan hidup kepada kita. 

Penulis al-Ustadz Abul Faruq Ayip Syafruddin hafidzohulloh 
🌴🍃🌾🌴🍃🌾🌴🍃🌾🍃

Tidak ada komentar