BERHATI-HATI DARI DUA HAL YANG MEMBINASAKAN

🎙 Ibnul Qayyim –rahimahullah- berkata:

“Berhati-hati dan berhati-hatilah dari dua perkara yang keduanya berakibat jelek❗

▪PERTAMA: Menolak al-haq karena bertentangan dengan hawa nafsumu.

Maka sungguh kamu akan dihukum dengan dibalikkannya hatimu yang ia akan menolak sama sekali apa yang datang kepadamu dari kebenaran. Kamu tidak akan menerima kebenaran tersebut KECUALI jika kebenaran tersebut tampak berkesesuaian dengan hawa nafsumu.

Allah Ta’ala berfirman:

وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُواْ بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ ﴿١١٠﴾

Dan (begitu pula) Kami memalingkan(membalikkan) hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur'an) pada permulaannya. Q.S. Al-An’aam: 110.

Maka Allah menghukum mereka karena menolak kebenaran dari awal datangnya dengan membalikkan hati dan pandangan mereka setelahnya.


▪KEDUA: Meremehkan suatu perintah apabila telah tiba waktunya (untuk diamalkan).

Maka sungguh kamu jika meremehkannya niscaya Allah akan menahan dan memberhentikanmu dari keridhaan dan perintah-Nya, sebagai hukuman atasmu.

Allah Ta’ala berfirman:

فَإِن رَّجَعَكَ اللّهُ إِلَى طَآئِفَةٍ مِّنْهُمْ فَاسْتَأْذَنُوكَ لِلْخُرُوجِ فَقُل لَّن تَخْرُجُواْ مَعِيَ أَبَداً وَلَن تُقَاتِلُواْ مَعِيَ عَدُوّاً إِنَّكُمْ رَضِيتُم بِالْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَاقْعُدُواْ مَعَ الْخَالِفِينَ ﴿٨٣﴾

Maka jika Allah mengembalikanmu kepada satu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk ke luar (pergi berperang), maka katakanlah: "Kamu tidak boleh ke luar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut berperang." Q.S. At-Taubah : 83.

☝🏻Sehingga siapa yang lolos dari dua musibah besar yang merusak ini maka mudahlah baginya untuk selamat.”

📖 Badaai'ul Fawaaid, Ibnul Qayyim, 4/ 674 – 675.

Alih Bahasa: al Ustadz Abu Yahya al Maidany