Ingkarul Mungkar dan Batas Minimal Iman


🎙Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan -hafizhahullah- berkata:

"Nabi -shalallahu 'alaihi wasallam- bersabda tentang tingkatan ini:
<وَ ذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيْمَانِ>
Dan itulah iman yang paling lemah.

✍🏻 Yaitu: pengingkaran dengan hati adalah selemah-lemahnya iman.

Dan dalam riwayat lainnya:

<وَ لَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ الْإِيْمَانِ حَبَّّةُ خَرْدَل>

Dan tidak ada di sebaliknya dari iman sebiji khardal(biji yang sangat kecil).

☝🏻 Maka siapa yang tidak mengingkari kemungkaran, tidak dengan hatinya sekalipun, orang ini tidak ada iman padanya. Sebab andai ada iman padanya -walaupun lemah- niscaya ia mengingkari kemungkaran dengan hatinya, minimalnya.

⭕ Dan apabila ia telah mengingkari kemungkaran, ia pasti menjauhi pelakunya dan tidak bermajelis dengannya. Agar ia tidak tertimpa apa yang menimpa mereka(dari kemungkaran)."

📖 Duruus minal Qur'anil Kariim, al-Fauzan, hal. 220
Alih Bahasa: al Ustadz Abu Yahya al Maidany