WALI ALLAH BERDASAR IMAN DAN TAKWA, BUKAN PENAMPILAN

🎙 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :

"Tidak ada pada wali-wali Allah dan hamba-hamba-Nya yang shalih suatu penampilan khusus yang membedakan mereka dengan yang lainnya dalam penampakan.

Tidak dalam mencukur kepala,  tidak dengan mengenakan pakaian dari bulu atau rambut, bukan yang selalu 'uzlah (menyepi) di rumah dan tidak bergaul dengan manusia, dan tidak pula yang lainnya dari  perkara-perkara yang tidak mustahab (disukai dan dianjurkan) dalam syariat. 

❗Bahkan tidak pula diantara kekhususan atau kelaziman mereka untuk terus berada pada sesuatu yang mustahab di dalam syariat.

Tidak terus  zuhud (menjauhi) dalam perkara mubah, tidak selalu berpuasa senin dan kamis, tidak senantiasa menegakkan shalat dhuha, tidak terus-menerus bersiwak, dan yang selainnya (dari amalan mustahab). 

💡 Bahkan wali-wali Allah itu adalah  mereka yang beriman dan bertakwa dari segala jenis lapisan manusia. Dan takwa setiap orang sesuai (pengamalannya atas)  apa yang Allah Ta'ala perintah dan larang ia darinya. 

⚖ Sehingga takwanya pemerintah adalah berlaku adil, memerintah kepada yang ma'ruf dan melarang dari kemungkaran, berhukum dengan Kitabullah dan Sunnah, dengan segala upaya yang ia mampu.

🤝🏻 Sedangkan takwanya seorang pedagang dengan ia jujur dan amanah (dalam jual-beli) disertai melaksanakan apa-apa yang lazim untuknya dalam perkara-perkara yang wajib selain dari urusan perdagangan. 

☝🏻 Sehingga setiap yang beriman dengan keimanan yang Allah perintah kepadanya dan bertakwa dengan ketakwaan yang Allah perintah ia kepadanya, maka dia termasuk dari wali-wali Allah Ta'ala baik dari kalangan ulama atau pasukan atau orang zuhud atau pedagang atau ahli produksi. 

✍🏻 ... Mereka para wali Allah juga ada dalam golongan orang-orang fakir dan kaya,  hamba sahaya dan raja dan yang selain mereka. Sebagaimana para Shahabat Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang mereka adalah pembesarnya wali-wali Allah dan tonggak orang-orang pilihan dari kalangan Muhajirin dan Anshar.

🛒 Diantara mereka ada yang pedagang semisal Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali,  Thalhah, Zubair, Abdurrahman bin Auf, dan yang lainnya.

🏜 Diantara mereka ada yang memiliki properti riil (lahan dan bangunan)  semisal Sa'd bin Mu'adz,  Usaid bin Khudhair, Abu Ayyub al-Anshariy, Sa'd bin Ubadah, dan yang selain mereka, radhiallahu anhum ajma'in

🌠 Dan ada pula diantara mereka golongan orang-orang fakir yang tidak memiliki keluarga dan harta seperti ahlus shuffah yang tinggal di utara masjid(nabawi). "

📖 Jaami'ul Masaail, Ibnu Taimiyyah, 9/ 50-51 dengan sedikit peringkasan.

Alih Bahasa: al Ustadz Abu Yahya al Maidany