Cara Mudah Agar Amalan Dunia Berbarokah dan Bernilai Ibadah


Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy –rahimahullah-

“...Maka siapa yang bermaksud dengan usaha dan amalan duniawi serta adat kebiasaannya sebagai *media untuk menegakkan hak Allah dan melaksanakan apa-apa yang wajib dan mustahab* –dan ia menyertakan niat yang shalihah ini ketika makan, minum, tidur, istirahat, dan mencari penghasilan- NISCAYA :
◻adat kebiasaannya tersebut berganti menjadi ibadah,
◻Allah memberkahi hamba tersebut dalam amalan-amalan(dunia)nya,
◻dan dibukakan untuknya pintu-pintu (amalan) kebaikan dan rezeki yang tidak pernah ia sangka serta tak pernah terbetik sedikitpun dalam dirinya.

❗Dan siapa yang luput darinya niat shalihah(dalam mengerjakan amalan-amalan duniawi) karena kejahilannya atau meremehkan maka janganlah ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri(karena tidak mendapatkan apa yang tersebut di atas, pent.).

Dan di dalam _lash-shahih dari Nabi –shalallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

إنَّكَ لَنْ تَعْمَلَ عَمَلاً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللهِ إلاَّ أُجِرْتَ عَلِيْهِ حَتَّى مَا تَجْعَلُه في فيِّ امرأتِك

Sungguh tidaklah engkau melakukan suatu amalan(dunia) yang dengannya engkau mengharap wajah Allah kecuali mesti engkau diberi pahala, sampai-sampai apa yang kamu suapkan ke dalam mulut istrimu.” H.R. Al-Bukhari dan Muslim. **

📖 Bahjatu Quluubil Abraar, as-Sa'diy, hal. 12.

-----------------------------√

** Catatan:

Lafal hadits dalam riwayat di dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim adalah:

وإنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللهِ إلاَّ أُجِرْتَ بِهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ في فيِّ امرأتِك

Sungguh tidaklah engkau menafkahkan sesuatu yang dengannya kamu mengharap wajah Allah kecuali mesti engkau diberi pahala dengannya, sampai-sampai apa yang kamu suapkan ke dalam mulut istrimu.”

Alih bahasa: al Ustadz Abu Yahya al Maidany