TIGA MODAL UTAMA DALAM MENEGAKKAN AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR


🎙Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

🔳 “Maka suatu keharusan untuk ia berilmu tentang perkara yang ma’ruf dan mungkar, dan mampu membedakan antara keduanya.

👉🏻 Dan ia harus berilmu tentang kondisi yang diperintah dan dilarang.

✍🏻 Dan termasuk keselamatan untuk ia mendatangkan perintah dan larangan itu di atas shirathal mustaqim, dan itu adalah jalan terdekat untuk tercapai tujuan.

🔳 Dan suatu kemestian untuk lemah-lembut di dalamnya.

Sebagaimana Nabi –shalallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

ماَ كَانَ  الرِّفْقُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ كَانَ العُنٌفُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ شَانَهُ

Tidaklah kelemah-lembutan ada pada sesuatu kecuali akan menjadikannya indah. Dan tidaklah sikap keras(kasar) pada sesuatu kecuali menjadikannya jelek.
[Hadits ‘Aisyah riwayat Muslim]

Dan Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِى الأَمْرِ كُلِّهِ

Sungguh Allah itu Maha Lembut lagi mencintai kelemah-lembutan dalam setiap perkara.
[Hadits ‘Aisyah, Muttafaqun ‘alaih]

Dan Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِى عَلَيْهِ مَا لاَ يُعْطِى عَلَى الْعُنْفِ

Sungguh Allah Maha Lembut, mencintai kelembutan. Dan diberi kepada hal yang lembut sesuatu yang tidak diberi kepada hal yang keras(kasar).
[Hadits ‘Aisyah riwayat Muslim]

🔳 Dan mesti pula untuk ia menjadi seorang yang haliim (sangat pemaaf dan bermurah hati) dan shabuur (sangat banyak bersabar) atas datangnya gangguan. Karena suatu keharusan untuk terjadi gangguan padanya.

‼Apabila ia tidak pemurah hati dan sabar niscaya apa yang ia rusak akan lebih banyak daripada apa yang ia perbaiki.💥

Sebagaimana Luqman berkata menasihati anaknya:

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ ﴿١٧﴾

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Q.S. Luqmaan: 17.

☝🏻Oleh karenanya, Allah telah memerintah para Rasul –dan  mereka adalah para pimpinannya orang-orang yang mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah dari hal mungkar- untuk bersabar, sebagaimana firman-Nya kepada penutup para Rasul –‘alaihis salam-.

BAHKAN perintah itu disandingkan dengan seruan untuk menyampaikan a-Risaalah(berita kerasulan). Sebab beliau awal diutus menjadi Rasul, diturunkan kepadanya surat :
يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ ﴿١﴾

Setelah diturunkan kepada beliau surat:
اقْرَأْ ﴿١﴾
Dengannya beliau diangkat menjadi Nabi.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ ﴿١﴾ قُمْ فَأَنذِرْ ﴿٢﴾ وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ ﴿٣﴾ وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ ﴿٤﴾ وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ ﴿٥﴾ وَلَا تَمْنُن تَسْتَكْثِرُ ﴿٦﴾ وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ ﴿٧﴾

001. Hai orang yang berkemul (berselimut),
002. bangunlah, lalu berilah peringatan!
003. dan Tuhanmu agungkanlah,
004. dan pakaianmu bersihkanlah,
005. dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah,
006. dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
007. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.
Q.S. Al-Muddatstsir: 1 – 7.

Maka dibuka ayat-ayat pengutusan sebagai Rasul kepada makhluk dengan perintah memberi peringatan dan ditutup dengan perintah untuk bersabar.

Dan "pemberian peringatan" itu sendiri yaitu amar ma’ruf dan nahi mungkar. Sehingga diketahui dengannya bahwa wajib untuk bersabar setelahnya(amar ma’ruf dan nahi mungkar).

Dan Allah Ta’ala berfirman:

وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا ﴿٤٨﴾

Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabbmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, Q.S. Ath-Thuur: 48.

Dan Allah Ta’ala berfirman:

وَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْراً جَمِيلاً ﴿١٠﴾

Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. Q.S. Al-Muzammil: 10.

Dan Allah Ta’ala berfirman:

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُوْلُوا الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ ﴿٣٥﴾

Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar. Q.S. Al- Ahqaaf: 35.

Dan Allah Ta’ala berfirman:

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُن كَصَاحِبِ الْحُوتِ إِذْ نَادَى وَهُوَ مَكْظُومٌ ﴿٤٨﴾

Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang (Yunus) yang berada dalam (perut) ikan.
Q.S. Al-Qalam: 48.

Dan Allah Ta’ala berfirman:

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلاَّ بِاللّهِ ﴿١٢٧﴾

Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah. Q.S. An-Nahl: 127.

Dan Allah Ta’ala berfirman:

وَاصْبِرْ فَإِنَّ اللّهَ لاَ يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ ﴿١١٥﴾

Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan. Q.S. Huud: 115.

☝🏻Maka mesti dari tiga hal ini: ilmu, lemah-lembut, dan sabar.

✍🏻 Ilmu sebelum mengajak dan melarang, lemah-lembut ketika sedang, dan sabar setelahnya.

🤝🏻 Walaupun seluruh dari ketiganya harus untuk mengiringi di setiap keadaan tersebut.

Al-Amr bil Ma'ruf wan Nahy 'anil Munkar, Ibnu Taimiyah, hal. 20 – 22.

Alih bahasa: al Ustadz Abu Yahya al Maidany