MEMBELA DIRI DARI TUDUHAN DUSTA TERMASUK CIRI ORANG MULIA

🎙Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'diy rahimahullah berkata:

" Upaya seseorang untuk menolak sebab-sebab tuduhan jelek terhadap dirinya dan celaan serta pengungkapan aibnya (yang tidak sesuai fakta) bukanlah suatu celaan.

☝🏻Bahkan hal tersebut termasuk ciri orang-orang yang mulia.

👉🏻 Oleh karenanya Yusuf 'alaihissalam tidak memenuhi seruan orang yang mengundangnya keluar dari penjara dan hadir menemui sang raja sampai benar-benar terlaksana (yaitu) berlepasnya manusia dari tuduhan yang disematkan kepada beliau.

فَلَمَّا جَآءَهُ الرَّسُوۡلُ قَالَ ارۡجِعۡ اِلٰى رَبِّكَ فَسۡــَٔلۡهُ مَا بَالُ النِّسۡوَةِ الّٰتِىۡ قَطَّعۡنَ اَيۡدِيَهُنَّ‌ؕ اِنَّ رَبِّىۡ بِكَيۡدِهِنَّ عَلِيۡمٌ

Lalu ketika utusan itu datang kepadanya, dia (Yusuf) berkata, “Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakan kepadanya bagaimana halnya perempuan-perempuan yang telah melukai tangannya. Sungguh, Tuhanku Maha Mengetahui tipu daya mereka.”
Q.S. Yusuf: 50.

📖 Al-Mawaahib Ar-Rabbaniyyah, as-Sa'diy, hal. 31.

Alih bahasa: al Ustadz Abu Yahya al Maidany