Sabar untuk Senantiasa Memerintah Shalat kepada Keluarga

[Dan Jaminan Rezeki bagi yang Menegakkannya dengan sebaik-baiknya]

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقاً نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى ﴿١٣٢﴾

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. Q.S. Thaaha: 132.

✍🏻 Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’diy rahimahullah berkata:

”Yaitu: doronglah keluargamu untuk shalat. Hantarkan mereka untuk melaksanakannya, yang wajib dan sunnah.

Dan perintah kepada sesuatu termasuk di dalamnya perintah kepada segala hal yang tidak sempurna sesuatu itu kecuali dengannya. Maka diperintah juga untuk mengajarkan mereka apa-apa yang akan menjadikan shalatnya baik, rusak, dan sempurna.

وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya yaitu: atas shalat, dengan menegakkan batasan-batasan, rukun-rukun, dan adab-adabnya serta kekhusyukan di dalamnya. Sebab hal itu berat atas jiwa. Namun yang sepatutnya untuk memaksa jiwa, melawannya untuk menjalankannya, dan selalu bersabar bersamanya.

Sungguh seorang hamba jika ia menegakkan shalatnya dengan bentuk yang diperintah kepadanya pasti yang selainnya dari (amalan) diin-nya lebih terjaga dan lebih ditegakkan. Sedangkan apabila ia menyia-nyiakannya maka yang selainnya lebih ditelantarkan.

Kemudian Allah Ta’ala telah menjamin rezeki kepada Rasul-Nya –shalallahu ‘alaihi wasallam- agar beliau tidak tersibukkan memerhatikan urusan rezeki dari mengurusi diin-nya, maka Allah berfirman:

نَّحْنُ نَرْزُقُكَ

Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. yaitu: rezekimu adalah tanggungan Kami. Sungguh Kami telah menjadikannya tanggungan Kami sebagaimana Kami telah menanggung rezeki makhluk-makhluk seluruhnya, (jika demikian) bagaimana dengan orang-orang yang menegakkan perintah Kami dan disibukkan dengan berdzikir kepada Kami?!

Dan rezeki Allah itu berlaku umum bagi yang bertakwa dan selainnya. Sehingga yang sepatutnya untuk memperhatikan hal yang membawa kepada kebahagiaan yang abadi, yaitu takwa. Oleh karenanya Allah berfirman:

وَالْعَاقِبَةُ

Dan akibat (yang baik) itu di dunia dan akhirat

لِلتَّقْوَى

adalah bagi (orang yang) bertakwa yaitu yang melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya.

Sehingga siapa yang menegakkannya(takwa) pasti baginya akibat yang baik.  Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

📖  Taisiirul Kariimir Rahman, hal. 599.

•••==========•••
#Sabar dalam memerintahkan keluarga untuk shalat.
#Memerintah dan mengajarkan tatacara shalat yang sesuai syariat.
#Rezeki telah dijamin bagi yang bertakwa dan mengajak kepadanya.
#Sebaik-baik rezeki adalah takwa.

Alih Bahasa: al Ustadz Abu Yahya al Maidany