BAROKAH TUNDUK BERSERAH DIRI DALAM MENGAMALKAN SYARIAT

🎙Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'diy rahimahullah berkata:

"Maka lazim atas para hamba untuk bersyukur kepada Allah atas apa yang Dia syariatkan kepada mereka dari syariat-syariat-Nya yang lahiriah dan batiniah, yang dihasilkan dengannya dua tujuan yang mulia bagi mereka berupa:

▪Membersihkan dari dosa-dosa dan amalan-amalan jelek,

▪Dan kesempurnaan nikmat-Nya berupa pahala, ganjaran, kebaikan dan ketinggian derajat.

✍🏻 Berapa banyak Allah menyebut ayat-ayat yang dijelaskan di dalamnya apa yang terkandung pada syariat dan perintah-perintah-Nya berupa:

√ Kebaikan, barokah, dan ganjaran yang segera dan tertunda,

√ serta apa yang terkandung di dalamnya dari perlindungan atas bala bencana, kejelekan, dan hal-hal yang tidak disukai di saat ini atau masa mendatang.

Seluruh hal ini☝🏻 adalah sebesar-besar pertolongan dari-Nya kepada para hamba-Nya untuk mereka senantiasa berpegang dengan syariat-Nya dan ketundukan yang total kepadanya dengan merasa tenteram, gembira, dan senang (kepada syariat Allah).

👉🏻Dan setiap kali ma'rifah(pengetahuan) seorang hamba itu (terhadap syariat) dan imannya lebih sempurna, niscaya akan tampak baginya barokah dan kebaikan dari syariat ini, yang memberi konsekuensi padanya yaitu mengetahui bahwa syariat tersebut adalah:
▪karunia paling sempurna dan nikmat paling utama yang Allah beri kepada para hamba-Nya
▪serta hal yang paling mulia untuk berlomba-lomba di dalamnya bagi orang yang berlomba (salam kebaikan) dan perkara yang paling dicemburui bagi orang-orang yang cemburu."

📖 Ar-Riyaadhun Nadhirah, as-Sa'diy, hal. 104.

___________

#mengamalkan syariat dengan penuh ketaatan dan tanpa rasa berat

Alih bahasa: al Ustadz Abu Yahya al Maidany