BERADA DI KELUARGA YANG TIDAK ISTIQAMAH? JANGAN BERSEDIH, KITA BUKAN ORANG YANG PERTAMA.....(2)

[Senantiasa Sabar, Tawakal, Istiqamah, Bersyukur, dan Berdoa agar turun Hidayah kepada Mereka]

NABI IBRAHIM ‘ALAIHISSALAM DENGAN AYAHANDANYA

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقاً نَّبِيّاً ﴿٤١﴾ إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِي عَنكَ شَيْئاً ﴿٤٢﴾ يَا أَبَتِ إِنِّي قَدْ جَاءنِي مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِي أَهْدِكَ صِرَاطاً سَوِيّاً ﴿٤٣﴾ يَا أَبَتِ لَا تَعْبُدِ الشَّيْطَانَ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلرَّحْمَنِ عَصِيّاً ﴿٤٤﴾ يَا أَبَتِ إِنِّي أَخَافُ أَن يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِّنَ الرَّحْمَن فَتَكُونَ لِلشَّيْطَانِ وَلِيّاً ﴿٤٥﴾ قَالَ أَرَاغِبٌ أَنتَ عَنْ آلِهَتِي يَا إِبْراهِيمُ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ لَأَرْجُمَنَّكَ وَاهْجُرْنِي مَلِيّاً ﴿٤٦﴾ قَالَ سَلَامٌ عَلَيْكَ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيّاً ﴿٤٧﴾ وَأَعْتَزِلُكُمْ وَمَا تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ وَأَدْعُو رَبِّي عَسَى أَلَّا أَكُونَ بِدُعَاء رَبِّي شَقِيّاً ﴿٤٨﴾ فَلَمَّا اعْتَزَلَهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ وَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَكُلّاً جَعَلْنَا نَبِيّاً ﴿٤٩﴾ وَوَهَبْنَا لَهُم مِّن رَّحْمَتِنَا وَجَعَلْنَا لَهُمْ لِسَانَ صِدْقٍ عَلِيّاً ﴿٥٠﴾

041. Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Qur'an) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang Shiddiq (sangat membenarkan) lagi seorang Nabi

042. Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya: "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?

043. Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.

044. Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Rabb Yang Maha Pemurah.

045. Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Rabb Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan".

046. Berkata bapaknya: "Bencikah kamu kepada Rabb-Rabbku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama".

047. Berkata Ibrahim: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.

048. Dan aku akan menjauhkan diri daripadamu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdo`a kepada Rabbku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdo`a kepada Rabbku".

049. Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishaq, dan Ya`qub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi.

050. Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi. Q.S. Maryam: 41 – 50.

❗Perhatikan ayat-ayat akhir dari kisah yang agung ini, buah yang dipetik Nabi Ibrahim ‘alaihissalam kala bersabar dalam berdakwah kepada ayahandanya dan tetap istiqamah walau mengalami penentangan dari orangtuanya.

🎙Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy –rahimahullah- berkata dalam tafsirnya:

{وَوَهَبْنَا لَهُمْ} أي: لإبراهيم وابنيه {مِنْ رَحْمَتِنَا} وهذا يشمل جميع ما وهب الله لهم من الرحمة، من العلوم النافعة، والأعمال الصالحة، والذرية الكثيرة المنتشرة، الذين قد كثر فيهم الأنبياء والصالحون.

"Dan Kami anugerahkan kepada mereka”, yaitu : Ibrahim dan kedua putranya "sebagian dari rahmat Kami” yang meliputi segala karunia Allah kepada mereka dari rahmat-Nya, dari:
▪ilmu-ilmu yang bermanfaat,
▪amalan-amalan shalih,
▪keturunan yang banyak dan menyebar, yang banyak diantara mereka menjadi nabi dan orang shalih."

📖 Taisiirul Kariimir Rahman, As-Sa’diy, hal. 571.

muhibbukum fillah

Alih bahasa: al Ustadz Abu Yahya al Maidany