HAWA NAFSU PALING HINA

🎙Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :

"Hawa nafsu dalam perkara-perkara diin, acuan pemikiran, keyakinan,  etika sosial, dan ibadah itu lebih besar (kenistaannya)  daripada hawa nafsu dalam urusan dunia.***

Dan mayoritas yang disebutkan dalam Al-Qur'an dari celaan atas pengikutan hawa nafsu terkait dengan jenis yang pertama - walaupun juga mencakup jenis yang kedua-, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman :

يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُم بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ ﴿٢٦﴾

Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. Q.S. Shaad: 26.

📖 Al-Majmu'atul 'Aliyyah min kutub wa rasaail wa fataawa Ibni Taimiyyah, 2/ 220.

__________

*** Oleh karenanya, kejelekan yahudi lebih besar dari nashara. Sebab yahudi demi mengikuti hawa nafsu mereka meninggalkan ilmu yang mereka ketahui tentang perintah mengikuti Nabi terakhir Muhammad –shalallahu ‘alaihi wasallam-. Bersamaan nashara ada padanya hawa nafsu dalam urusan diin, namun tidak sebesar  yang dilakukan yahudi. Sehingga dengannya Allah Ta’ala menggelari yahudi  dengan al-maghduub ‘alaihim / orang-orang yang dimurkai, karena perilaku yang paling tampak dari mereka adalah meninggalkan ilmu demi hawa nafsu. Sementara nashara dijuluki adh-dhaalliin / orang-orang yang sesat, sebab yang lebih menonjol pada mereka adalah beramal tanpa ilmu.

# jauhi hawa nafsu , terkhusus dalam urusan diin.

muhibbukum fillah

Alih bahasa: al Ustadz Abu Yahya al Maidany