PATOKAN BERBUKA : AZAN MAGHRIB ATAU TENGGELAMNYA MATAHARI?

🎙Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah berkata:

"... yaitu disunnahkan menyegerakan berbuka. Yaitu bersegera berbuka ketika matahari telah tenggelam.

☝🏻Sehingga, yang dipertimbangkan adalah tenggelamnya matahari, bukan azan.

❗Terlebih di masa sekarang ketika orang-orang bersandar kepada jadwal. Kemudian mereka menyesuaikan jadwal dengan jam mereka. Sementara jam mereka terkadang berubah(menitnya) dengan maju atau terlambat.

👉🏻Sehingga, andai matahari telah tenggelam dan kamu menyaksikannya -sementara orang-orang belum mengumandangkan azan- maka boleh bagimu untuk berbuka.

❗Dan seandainya mereka azan, sedangkan kamu menyaksikan matahari belum tenggelam, maka tidak boleh bagimu untuk berbuka. Sebab Nabi-shalallahu alaihi wasallam- bersabda:
إذا أقبل الليل من هاهنا وأشار إلى المشرق ، وأدبر النهار من هاهنا وأشار إلى المغرب ، وغربت الشمس فقد أفطر الصائم
Apabila malam telah datang dari arah sini -dan beliau mengisyaratkan ke arah Timur- dan telah berlalu siang dari arah sini -dan beliau mengisyaratkan ke arah Barat-, dan matahari telah tenggelam maka telah (masuk waktu) berbuka bagi orang berpuasa."

📖 Asy-Syarhul Mumti', 6/ 434.

Alih bahasa: al Ustadz Abu Yahya al Maidany