SIKAP MUKMIN DI PENGHUJUNG RAMADHAN

**

🎙Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata:

“Wahai kaum mukminin,

Inilah bulan (Ramadhan) telah berakhir atau hampir berakhir, maka hendaknya kita instropeksi diri kita di dalamnya.

❓Apa yang telah kita sajikan untuk diri kita di bulan yang agung ini?

▪Siapa yang telah berbuat ihsan maka hendaklah ia memuji Allah dan menyempurnakan dengan kebaikan.

▪Dan siapa yang berleha-leha maka hendaknya ia iringi dengan bertaubat, sebab sungguh Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan amalan-amalan jelek. Dan janganlah kalian patah arang dari rahmat Allah!

إِنَّهُ لاَ يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ ﴿٨٧﴾

_Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir"._ Q.S. Yusuf: 87.

▪Siapa yang telah berbuat baik atau kurang dalam beramal (dari awal Ramadhan) maka hendaknya ia baikkan penutupnya karena sungguh “amalan-amalan itu (dilihat) pada penghujungnya”.

▪Kemudian jadilah kalian dalam posisi harap-harap cemas dan takut untuk tidak diterima amalan-amalan itu dari kalian, sebab Allah jalla wa ‘ala berfirman:

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ ﴿٢٧﴾

_"Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa"._ Q.S. Al-Maaidah: 27.

☝🏻Sehingga pikirkan diri-diri kalian dan niat-niat serta tujuan-tujuan kalian (dalam beramal)!

❗Janganlah salah seorang kalian merasa takjub dengan amalannya atau jangan ia mengira bahwa ia telah melaksanakan apa yang diwajibkan atasnya dan telah menunaikan hak Allah atasnya. Bahkan hendaknya ia menilai dirinya sangat kurang dalam beramal dan tidak ada nilai padanya serta tidak memiliki timbangan di hadapan Rabbnya ‘azza wa jalla.

Dahulu sebagian salaf berkata:

لو أعلم أن الله تقبل مني مثقل حبة من خردل لتمنيت الموت

_Andai aku tahu bahwa Allah telah menerima dariku seberat biji khardal (dari amalan shalih) niscaya aku mengangankan kematian._

☝🏻Hal tersebut karena sangatnya rasa takut mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sementara Allah telah menyifati hamba-hamba pilihan, Dia Subhanahu berfirman:

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوا وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ ﴿٦٠﴾ أُوْلَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ ﴿٦١﴾

_060. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka,_

_061. mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya._ Q.S. Al-Mu’minuun: 60 – 61.

💡Ummul Mukminin, ‘Aisyah, radhiallahu ‘anha berkata,”Wahai Rasulullah, apakah mereka ini(yang disebut dalam ayat) adalah orang-orang  yang berzina dan mimun khamr, dan mereka takut diazab dengan sebab dosa-dosa mereka?”

Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wasallam- berkata,”Tidak, wahai putri Ash-Shiddiq! Sungguh mereka adalah suatu kaum yang menaati Allah ‘azza wa jalla dan telah berbuat ihsan, dan mereka khawatir akan dikembalikan (tertolak) amalan-amalan mereka kepada mereka dan tidak diterima dari mereka.”

❗Maka wajib atas kita untuk menjadi orang-orang yang takut untuk ditolak atas kita amalan-amalan kita.
❗Dan janganlah kita terpesona dengannya dan menganggap telah banyak beramal sebab hal itu sungguh sedikit dalam hak Allah.
Sebab hak Allah atas kita itu sangat besar.

👉🏻 Namun Dia Yang Maha Suci mengampuni(atas kekurangan kita), berbuat dermawan, dan bermurah hati dengan keutamaan-Nya.

✍🏻 Akan tetapi ini diperuntukkan bagi yang berbaik sangka kepada Rabbnya.

☝🏻Sehingga berprasangkalah yang baik terhadap Rabb kalian dan cita-citakan kebaikan serta beramallah yang shalih!”

🌏 Petikan Khutbah:

https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/14075

Alih bahasa: al Ustadz Abu Yahya al Maidany