HANYA SEORANG YANG MENDAPAT HIDAYAH TAUFIK DAN AKALNYA BERCAHAYA YANG AKAN MENGENAL NIKMAT SEJATI

*
Al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullah berkata :

"Maka,  seseorang yang tidak melihat nikmat Allah atasnya kecuali hanya dalam hal makan,  minum,  dan kesehatan jasadnya, maka tidak ada bagian akal sedikit pun untuknya.

Sehingga, nikmat Allah (yang hakiki) dengan pemberian Islam dan Iman, menarik hamba-Nya untuk menghadap kepada-Nya,  dan ia merasakan kelezatan dalam menaati-Nya; itulah nikmat yang teragung.

Dan hal (pemahaman nikmat sejati) ini hanya bisa diraih dengan cahaya akal dan hidayah taufik."

🌏 Madaarijus Saalikiin, Ibnul Qayyim, 1/ 277.
_______________

قال الإمام ابن القيم_  رحمه الله _:

️ " فإنّ مَن لم يرَ نعمة الله عليه إلا في مأكله و مشربه و عافية بدنه ؛ فليس له نصيبٌ مِن العقل البتة ،
فنعمة الله بالإسلام و الإيمان ، و جذب عبده إلى الإقبال عليه ، و التلذذ بطاعته ؛ هي أعظم النعم ، و هذا إنما يُدرك : بنور العقل ، و هداية التوفيق " .

[ مدارج السالكين : (٢٧٧/١) ]

_____________
# makan,  minum, dan kesehatan bagian dari nikmat Allah,  namun bukan itu nikmat yang hakiki. Sebab semua makhluk-Nya mendapatkannya dengan kadar yang berbeda.

# Nikmat Allah yang sejati adalah yang kekal kebaikannya di dunia dan akhirat, yaitu Islam, Iman, dan ketaatan yang akan memberikan kebaikan dunia-akhirat  bagi yang mendapat karunia tersebut. Banyaklah bersyukur atas nikmat ini walaupun kekurangan dalam hal makanan, minuman, dan kesehatan. Ada nikmat yang lebih agung dan mulia dan lebih patut disyukuri yang telah dianugerahkan kepadamu.

🤲🏻 ﴿ رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ ﴾.

Alih bahasa: al Ustadz Abu Yahya al Maidany